Sunday, November 13, 2011

Qalu bala syahidna

Assalamualaikum wbt

"Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi(tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman),"Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab,"Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi." 
"(Kami lakukan yang demikian) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini, atau agar kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya nenek moyang kami telah menyekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami adalah keturunan yang datang setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami kerana perbuatan orang-orang dahulu yang sesat?"
(Al-A'raf,7: 172-173)

Inilah ceritanya.
Cerita yang tidak didapati daripada hikayat sang penglipur lara, yang menceritakan sejarah asal-usul sesuatu tempat atau keturunan.
Juga tidak didapati melalui cerita dalam cerita, oleh nenek atau atuk yang sedang mendodoikan cucunya.
Cerita yang tidak akan didapati, melainkan dengan membaca kitabNya.

Itulah Al-Quran, pencerita kisah ghaib yang sebenar, terus daripada Sang Pencipta melalui utusan RasulNya.

Maka secara fitrahnya, setiap jiwa yang lahir itu telah mengEsakan Tuhannya. Tiada dua mahupun tiga.
Hadis daripada Rasulullah SAW,
"Setiap bayi itu lahir dalam keadaan fitrah. Maka ibu bapanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi".

Ya, ibu bapa. Juga keluarga nukleus mahupun kembangan. Kerana setiap kita bertanggungjawab atas sesama kita.

Maka saksikanlah, bahawa ketaatan kita di bumi perlu hanya kepada Dia. Diciptakan juga bersama dua tugas utama,yakni sebagai hamba dan khalifah di bumi.

Sengaja saya highlightkan ayat ini, agar setiap kita mengetahui tanggungjawab kita seperti yang telah termaktub di dalam Al-Quran. 

Lebih-lebih lagi jika kalian berpeluang bersama anak-anak kecil.
Oleh sebab itu sekali lagi ditekankan, mainkanlah peranan anda di dalam keluarga. Kalian punya peluang besar untuk mendidik jiwa-jiwa suci ini menjadi 'hero umat' saat dia dewasa.

Dan kepada para guru amnya, baik di tadika hinggalah ke sekolah menengah-kalian punya tanggungjawab untuk menjadikan mereka taat padaNya.
Kepada para doktor, kalian punya peluang untuk bersama dengan ibubapanya, maka ingatkanlah mereka untuk mengajari anak mengenal Rabbnya.
Juga kepada lain-lain profesion,yang tidak ketinggalan sama.



This is just my two cents, among so many reflections that came across my mind after officially became a 'makcik' (^_^)
May Allah bless my beloved nephew, Soleh Iman who was born on 11.11.11 and protects him from any bad influences in future.
And i miss him soo badly. 
:)

Mimpi sape tu,Soleh? :)

Friday, October 28, 2011

Sekali bah, sekali pantai berubah

Assalamualaikum wbt.

May all of you in the pink of health and iman insyaAllah.

Again after neglecting this blog for more than two weeks, finally i have an update which i think worth to share with everyone.

Today is the third day of the unforgettable moment in my life. I know it wasn't as severe as road traffic accident or an earthquake or tsunami (nauzhubillah..) but it does touch my heart as my housemates and I try to live our life back to normal again. Plus, this is my first time ever handling such situation.

It was raining non-stop for two days in Dublin, and it was as heavy as we had back in Malaysia. Well it was unusual to have a heavy rain here because of the weather differences. It is autumn now in Dublin but regardless of the season, Ireland always have showers of rain once/twice a week.

The water pooled in our house backyard and no one notice anything before that. We had a long journey from Beaumont Hospital to our house because of the traffic and at that time, we could see the condition might worsen. 
And the thing that you see in the picture below, happened so fast as we were doing our own business after dinner. The water level was above knee when it stopped to pour into the house. I can say that it cause huge damage to many people near our neighbourhood and the one-night floods also caused two people dead. One of them was living near our area.

The flood cause a big loss to our landlord because he has to replace everything that was affected ie bed,carpet from front to back(it is their style to have carpet instead of tiles floor), and some electrical equipment (btw, his house was affected as well as he lives two doors away from our house). Given the situation of Irish people who has to face economic recession, high taxes and huge government debt, this condition totally put more pressure on them.

living room, half an hour after the water gets into the house.
later the cushions also submerged.

Second day-early morning.backyard still flooding with water.
This was my first time experiencing floods in my house. I talked to some of my friends in the hospital on this issue, and you know-Allah is Great. Why? Because He allows us to experience such situation to make us strong.
One of my friend from RCSI in Bahrain told me about their condition when there was a riot protesting the government in Bahrain earlier this year. The hospitals were attacked, and even some doctors were being killed although everyone knows the fact that in any condition esp war, hospital should be free from any interference. Bullets were everywhere, even outside of their house. They were so depressed with such situation as everyone lives in fear. Fear of stray bullets, fear of their future, fear of everything that they have to face. I seek forgiveness to Allah after hearing her story.

Then I received a text message from my juniors-they wanted to visit our house-yup, we received many visitors after the flood, just to see how are we doing now. Allah al-A'lim, He made me to recall everything I read from the book 'From Beirut to Jerusalem', about the 1982 Shabra-Shatila massacre, written by an woman orthopaedic surgeon. She was so touched by the hospitality given by the Palestinian people when she walked along the street of houses that had been destroyed by the bulldozer of Israelis. House made of rubble, with a cup of coffee to the visitors. She asked herself-'how do they resist such depressing condition, and still smile as she came to see them?'. She made me to think of my condition, which was waaay-not-severe as the Palestinians. I want to be like them, the people who when Allah tests them a musibah, they smile and learn to be patient. They are the extraordinary people, who can survive extraordinary things-because of their faith to Allah.

By the time I'm writing this post, I totally have no idea on when are we going to settle down with everything. Sometimes we are just OK, but sometimes by looking again to the damage ground floor, we know that we have so much thing to be done in a short time.

And every single strength that we have is totally from Allah.

And He is the All-Knower.

We seek His forgiveness for every single wrongdoing that we did. For He,who the Most Forgiving.

Make do'a for our brothers and sisters in Turkey(earthquake) and Thailand(massive floods)-for their natural disaster.
Make do'a for our brothers and sisters in Libya, Tunisia, Egypt, Syria and all other countries who facing political imbalance-may Allah grant them with His Mercy by giving a better and blessed government.
Make do'a for everyone in the world who may cry of hunger when you're full, cry for help when you're thankful to be in peace, cry in despair when you're laughing and happy.

Allahu'alam.

Sunday, October 2, 2011

Love's pathway

He, who never leave us alone.

It's just me, who being ignorant of His existence.

O Allah, i seek your forgiveness and mercy

And your blessings in my journey to meet you.

Insya Allah.


Sunday, September 25, 2011

The forgotten coin

starting the new year.new semester.hoping my faith towards Allah is better than ever.

Saturday, September 24, 2011

Mimpi yang sama

Assalamualaikum wbt.
Moga kalian sentiasa dilimpahi rahmat Allah dan dilindungi olehNya.

Mimpi yang sama.

Sengaja saya menggunakan tajuk ini sekali lagi dan kali ini pengisiannya adalah berbeza. Dahulu saya menulis sebuah post dengan menggunakan tajuk ini untuk mengucapkan tahniah kepada rakan saya yang bakal mendirikan rumah tangga. As time passed by, saya terperasan bahawa tajuk ini antara penyumbang peningkatan traffic ke blog saya melalui search engine di internet. Dan pastinya mereka kecewa kerana post tersebut tidak menyatakan apa-apa mengenai tafsiran mimpi yang sama.

Carian 'mimpi yang sama', 'mimpi lelaki yang sama' dan sebagainya turut menyenaraikan post saya memandangkan tajuk itu exactly match with the searching word. Regardless siapa dan mengapa individu-individu ini menaip ayat tersebut di search engine, saya pasti di antara mereka ini ada yang sedang mencari petunjuk di sebalik mimpi yang dialaminya, lebih-lebih lagi apabila ia berulang.

Maka pada post kali ini, suka untuk saya coretkan sedikit terkait mimpi dan istikharah untuk memperoleh petunjuk.

Mimpi, menurut Sahih Bukhari ada 3 jenis:
1. Mimpi yang terhasil daripada imaginasi sendiri.
2. Mimpi yang dipengaruhi oleh syaitan.
3. Mimpi yang benar, yang kebiasaannya dialami oleh orang-orang soleh.

Mimpi yang buruk,tidak disukai atau dirasakan totally absurd, merupakan gangguan syaitan yang cuba untuk mempengaruhi fikiran manusia supaya takut bukan pada tempatnya dan terikut-ikut hingga mengganggu ibadah kepada Allah SWT. Saya pernah baca sebuah hadis di dalam Sahih Muslim(maaf buku tersebut tiada di sini untuk saya rujuk dan tulis secara tepat) akan nasihat Rasulullah SAW apabila mendapat mimpi yang buruk. Baginda menasihatkan agar mimpi tersebut tidak diceritakan kepada orang lain kerana mimpi buruk asalnya daripada syaitan dan bimbang jika diceritakan, akan membawa kepada unnecessary worry dalam masyarakat sekeliling. 

Begitu juga untuk mimpi yang berulang-ulang. Mainan tidur yang tidak sepatutnya membantutkan aktiviti seharian kita di 'dunia sebenar'. Kerisauan dan kebimbangan yang kita sendiri tidak pasti, serahkan urusan ini pada Allah yang lebih mengetahui. Dia Maha Mengetahui apa yang berlaku ketika kita tidur, dan mengetahui apa yang akan terjadi pada masa hadapan kita. Perbanyakkan istighfar, dan teruskan kehidupan kita seperti biasa dengan harapan hari esok lebih baik daripada hari ini.

Berkenaan mimpi tatkala sedang mencari petunjuk daripada Allah SWT, harus ditekankan di sini bahawa mimpi bukannya the only jawapan kepada istikharah yang kita lakukan kepada Allah, walau mimpi tersebut berkait dengan perkara yang kita pohon petunjuk padaNya. Saya tidak menafikan bahawa petunjuk daripada Allah boleh datang dalam pelbagai cara dan bentuk, dan mimpi adalah salah satu daripadanya. Namun menunggu mimpi sebagai jawapan kepada istikharah yang dilakukan, itu adalah tindakan yang kurang tepat.

Istikharah perlu apabila seseorang ingin membuat pilihan berkenaan sesuatu perkara yang dibenarkan di dalam syarak. (Note: Istikharah bukan hanya pada pemilihan jodoh) Contoh-contoh yang sering kita lihat adalah tatkala ingin memilih kerja, memilih bidang pengajian, ingin mengambil sesuatu tindakan, membeli sesuatu dan sebagainya. Istikharah tidak dibenarkan dalam perkara yang haram seperti istikharah untuk membuat keputusan mahu 'couple' dengan seseorang atau tidak kerana ber'couple' jelas bertentangan dengan syariat Islam.

Hikmah istikharah ini adalah untuk menguatkan hubungan kita dengan Allah,Zat yang Maha Mengetahui dan Maha Memelihara. Ini kerana di dalam istikharah, kita mengakui di hadapanNya bahawa Dia yang mengetahui baik dan buruk, bahagia atau sengsara bagi setiap tindakan yang kita ambil. Ia juga supaya tindakan kita itu mendapat suluhan 'nur' dan diberkati hingga akhir urusan.

Sebahagian lagi dalam isu memohon petunjuk Allah ini ialah musyawarah(perbincangan). Ya, istikharah perlu digabungkan dengan musyawarah dengan orang-orang yang terpercaya dan berpengalaman supaya keputusan yang diambil itu lebih meyakinkan. Rasulullah SAW juga menggalakkan musyawarah kerana di dalamnya ada keberkatan.

Saya ingin berkongsi maksud do'a istikharah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadis berkenaan solat istikharah. Lebih baik sekiranya kita mampu menghafal do'a ini di dalam bahasa Arab namun penting juga untuk memahami isinya. Doa istikharah ini sangat sesuai untuk dibaca ketika kita ingin membuat apa-apa sahaja pilihan dan keputusan dalam kehidupan seharian supaya mendapat petunjuk daripada Allah SWT.

Mulakan dengan lafaz hamdalah dan selawat ke atas baginda SAW.

"Ya Allah, aku beristikharahkan Engkau dengan ilmu-Mu dan aku juga memohon ketetapan dengan ketetapan yang bersandarkan kurniaan-Mu yang Maha Agung. Engkaulah yang Maha Menetapkan sedangkan aku tidak mampu untuk menetapkan. Engkau Maha Mengetahui dan aku pula tidak mengetahui. Engkaulah yang Maha Mengetahui akan perkara-perkara yang tersembunyi. Ya Allah, jika pada ilmu-Mu sesungguhnya urusan ini – (sebutkan hajat) – adalah baik untukku pada agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku (kini dan datang), maka tetapkanlah ia untukku dan mudahkanlah ia bagiku. Kemudian berkatilah bagiku di dalam pilihan ini. Dan andaikata pada ilmu-Mu sesungguhnya hal ini adalah buruk bagiku pada agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku (kini dan akan datang), maka hindarkanlah ia daripadaku dan hindarkanlah aku daripadanya. Tetapkanlah bagiku kebaikan dan jadikanlah aku redha dengannya."


Begitulah cara yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Setelah itu ambillah suatu keputusan, dan bertawakallah kepada Allah. InsyaAllah jika itu yang terbaik dan yang Allah redha, jiwa kita akan tenang dan urusan menjadi mudah. Tidak perlu ternanti-nanti apa-apa tanda yang melengahkan keputusan kita seterusnya boleh memudaratkan urusan yang lain. 

Allahu a'lam.